Berita  

Cegah Kriminalitas, Samapta Polres Lobar Sasar Labuapi

Upaya Polres Lombok Barat Amankan Perumahan di Labuapi

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor Lombok Barat terus meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah hukumnya guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Pada Rabu, 7 Januari 2026, Satuan Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif yang menyasar kawasan pemukiman padat penduduk, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas.

Langkah ini diambil sebagai respons proaktif dalam meminimalisir terjadinya tindak pidana 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Fokus utama kali ini diarahkan pada kawasan perumahan yang seringkali menjadi titik rawan pada jam-jam tertentu.

Upaya Mitigasi Kriminalitas di Perumahan Pesona Tembolak Asri

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.35 WITA ini dipusatkan di Perumahan Pesona Tembolak Asri, yang berlokasi di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polres Lombok Barat dalam memberikan rasa aman, sekaligus menunjukkan fungsi Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.

Baca Juga:  Polri Pantau Lahan Pertanian Jagung di Desa Lune, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Patroli Samapta melakukan penyisiran di area blok perumahan dan melakukan dialog langsung dengan petugas keamanan (security) setempat. Interaksi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pihak kepolisian dan pengamanan swakarsa dalam menjaga lingkungan tetap kondusif.

Penekanan Kewaspadaan bagi Petugas Keamanan

Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya strategis untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Menurutnya, kewaspadaan kolektif antara petugas kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Labuapi dan sekitarnya.

“Kami terus mendorong personel di lapangan untuk tidak hanya memantau situasi secara visual, tetapi juga memberikan edukasi kepada petugas keamanan di perumahan agar selalu waspada terhadap setiap pergerakan yang mencurigakan di lingkungan mereka,” ujar Iptu Eko Nugroho mewakili Kapolres Lombok Barat.

Baca Juga:  Dukung Pemerintah Desa Berlakukan Jam Malam Bagi Pelajar, Bahabinkamtibmas Lakukan Kordinasi Tindak Lanjut

Beliau juga menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara aparat dan warga merupakan pondasi utama dalam menciptakan harkamtibmas yang ideal.

“Kami mengimbau dan memberikan pesan kamtibmas secara mendalam kepada rekan-rekan security agar tetap waspada serta selalu menjaga situasi di area perumahan supaya tetap aman dan kondusif. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui rasa khawatir akan tindak kriminalitas,” tegas Iptu Eko Nugroho, S.H.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas

Sepanjang kegiatan patroli di Desa Bajur, personel Samapta juga memantau akses keluar masuk kendaraan di gerbang perumahan. Petugas keamanan setempat diingatkan untuk selalu mencatat identitas tamu asing dan melakukan pemeriksaan rutin pada jam-jam rawan, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Sejauh ini, situasi di Perumahan Pesona Tembolak Asri dilaporkan dalam keadaan aman terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol selama kegiatan berlangsung. Masyarakat menyambut positif kehadiran aparat kepolisian, mengingat kawasan Labuapi merupakan salah satu daerah penyangga yang memiliki mobilitas penduduk cukup tinggi di Kabupaten Lombok Barat.

Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian patroli preventif berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polres Lombok Barat memastikan bahwa patroli serupa akan terus dilaksanakan secara berkala dan acak di berbagai titik strategis lainnya guna menciptakan iklim keamanan yang berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polres Lombok Barat.