Berita  

PWPM NTB Ikut Prihatin Dan Mengecam Pihak Yang Mengintimidasi Tokoh Reformasi Amin Rais.

TOPSIAR.COM, Mataram- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) menyampaikan keprihatinan mendalam atas pernyataan dan tindakan intimidatif yang ditujukan kepada tokoh reformasi Indonesia sekaligus mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amien Rais.

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kebebasan berpendapat, dan etika dalam kehidupan berbangsa serta bernegara, segala bentuk ancaman, intimidasi, maupun pernyataan yang berpotensi merendahkan martabat tokoh bangsa tidak dapat dibenarkan. Perbedaan pandangan politik maupun sikap kritis terhadap kondisi kebangsaan harus disikapi secara dewasa melalui dialog dan argumentasi intelektual, bukan dengan cara-cara intimidatif yang dapat mencederai iklim demokrasi.

Bangsa ini dibangun melalui perjuangan panjang para ulama, cendekiawan, aktivis, dan tokoh reformasi yang telah memperjuangkan demokrasi serta kebebasan sipil, termasuk kontribusi besar yang diberikan oleh Bapak Amien Rais dalam perjalanan reformasi 1998.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Bantu Petani Optimalkan Lahan

Kami menegaskan bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, namun intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan berekspresi merupakan bentuk kemunduran demokrasi yang tidak boleh dibiarkan. Indonesia adalah negara hukum yang menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.

Oleh karena itu, PWPM NTB menyampaikan beberapa sikap sebagai berikut:

Mengecam segala bentuk intimidasi dan pernyataan yang berpotensi mengarah pada ancaman terhadap tokoh bangsa, khususnya kepada Bapak Amien Rais.

Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga etika publik, memperkuat budaya dialog, dan menghindari narasi provokatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Mendorong seluruh tokoh publik dan organisasi masyarakat agar mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, penghormatan terhadap demokrasi, serta menjunjung tinggi adab dalam menyampaikan pendapat.

Baca Juga:  Kapolri Laporkan Direktorat PPA PPO Hingga Sinergitas TNI-Polri Kepada Presiden

Mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan intimidasi maupun tindakan yang merusak persaudaraan kebangsaan.

Mengajak generasi muda untuk tetap kritis, menjaga persatuan, dan merawat demokrasi Indonesia dengan semangat intelektualitas serta moralitas.

PWPM NTB percaya bahwa Indonesia yang demokratis hanya dapat dibangun melalui penghormatan terhadap hukum, etika, dan kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Demokrasi tidak boleh dibajak oleh kepentingan kelompok tertentu dengan menggunakan tekanan maupun intimidasi. 12 Mei 2026

Demikian rilisan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen Pemuda Muhammadiyah dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, keadaban publik, dan persatuan bangsa.