Berita  

Kabid Hikmah PC IMM Kota Mataram Angkat Bicara Atas Tindakan Represif Terhadap Masa Aksi

aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) gelar aksi di depan kantor gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam penyambutan Hari Pendidikan Nasional. 4 Mei 2026

Dalam aksi tersebut masa aksi membawa beberapa tuntutan mengenai pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) salah satunya ialah menuntut pemerataan gaji guru honorer di seluruh wilayah NTB yang dinilai ada perbedaan antara gaji guru honorer di pulau Lombok dan pulau Sumbawa serta menuntut untuk segera melakukan rehabilitasi kelas yang tidak layak pakai di wilayah NTB.

Namun naasnya lagi dan lagi bukan solusi yang masa aksi dapatkan melainkan tindakan arogan serta represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan POL PP yang mengakibatkan 3 masa aksi babak belur sampai di bawah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga:  Polsek Rasanae Barat Gelar Pengaturan Rawan Pagi di Titik Rawan Kemacetan dan Pelanggaran Jalur

“Yang kami dapatkan bukan solusi atau diskusi melainkan tindakan arogansi dan represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan POL PP, ” Ujar Erwin Kabid Hikmah PC IMM Kota Mataram.

Tindakan tersebut sudah mencederai nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat yang sudah dijamin oleh konstitusi UUD 1945 Pasal 28 E ayat (3) dan mencederai Tridharma Kepolisian Melindungi, Mengayomi, Melayani masyarakat sesuai UU No. 2 Tahun 2002.

Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PC IMM Kota Mataram Erwin Setiawan mengecam keras atas tindakan yang dilakukan oleh aparat terhadap masa aksi karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi amanah konstitusi dan kemanusiaan dan IMM Kota Mataram tidak diam, buta serta tuli terhadap apa yang dilakukan oleh aparat kepada masa aksi.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Gelogor Dorong Warga Tanam Pangan di Halaman Rumah

“Saya mengecam keras atas tindakan yang tidak sesuai dengan konstitusi yang dilakukan oleh aparat terhadap masa aksi, dan kami tidak akan tinggal diam melihat kelakuan Preman aparat dalam mengawal masa aksi, ” Tegas Erwin.

Dan jikalau masalah tidak ditangani serius maka yakin dan percaya PC IMM Kota Mataram akan kembali dengan masa yang masa yang lebih banyak dan berlipat ganda untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami akan kembali dengan masa yang lebih banyak dan berlipat ganda untuk menyelesaikan masalah ini, ” Tambah Erwin.