TOPSIAR.COM. Lombok Barat — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas pendidikan dan pembinaan generasi muda di SDIT Amirul Ummah, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, pada Kamis (23/4). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 April 2026.
Program tersebut difokuskan pada sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) serta edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bagi para siswa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PMI dalam menanamkan kesadaran sejak dini terkait perilaku sosial yang sehat dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Kepala SDIT Amirul Ummah, Baiq Nursaadah Rahman, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengaku pihak sekolah sebelumnya telah berupaya menggandeng berbagai pihak untuk menghadirkan program serupa, namun belum terealisasi.
“Acara ini sangat baik sekali terkait kerja sama dengan PMI. Sebelumnya, beberapa stakeholder sudah kami mintai tolong namun belum ada realisasi,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran PMI Lombok Barat yang langsung merespons dan menindaklanjuti kebutuhan sekolah menjadi langkah positif dalam mendukung pembinaan karakter dan keselamatan siswa.
Pada tahap awal, kegiatan masih berfokus pada pemberian materi dan sosialisasi. Meski demikian, antusiasme siswa terlihat tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat sesi pemaparan maupun praktik sederhana terkait P3K.
Sementara itu, pengurus PMI Lombok Barat, Fikri, menegaskan pentingnya edukasi tersebut sebagai bekal dasar bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat menanggapi positif adanya lembaga pendidikan yang mau bekerja sama dengan PMI, khususnya terkait bullying dan penanganan pertama. Ini penting agar anak-anak memiliki pengetahuan sejak dini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa respons siswa selama kegiatan berlangsung cukup menggembirakan. “Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan,” katanya.
PMI Lombok Barat berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Lombok Barat, sehingga edukasi tentang kemanusiaan, keselamatan, dan kepedulian sosial dapat tertanam kuat sejak usia dini. (Red)












