Berita  

Dukung Program Nasional, Polres Sumbawa Monitor Pendistribusian MBG bagi 2.756 Siswa di Alas

Sumbawa Besar, NTB — Jajaran Polres Sumbawa melalui Polsek Alas terus melakukan pengawalan dan monitoring ketat terhadap implementasi program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran. Pada Selasa pagi (13/01/2026), personel melakukan pemantauan langsung terhadap proses pengolahan dan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipusatkan di Dapur Mandiri Yayasan Nora Generasi Emas SPPG Labuhan Alas, Kecamatan Alas.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Alas Kompol Satrio, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas gizi, kebersihan makanan, serta ketepatan waktu pendistribusian hingga ke tangan siswa. “Monitoring ini sangat penting untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan, baik dari segi kualitas bahan pangan maupun kelayakan konsumsi, sehingga adik-adik pelajar kita mendapatkan manfaat maksimal dari program ini,” tegas Kapolsek dalam keterangannya.

Baca Juga:  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Dalam pantauan di Dapur Mandiri yang berlokasi di Dusun Bangsal, Desa Labuhan Alas, proses penyajian makanan dilakukan dengan standar kebersihan yang terjaga. Untuk menu hari Selasa (13/01), ribuan porsi makanan disusun berdasarkan rekomendasi Ahli Gizi, Husni, dengan komposisi yang seimbang.

Sebanyak 2.756 paket makanan didistribusikan secara bertahap kepada siswa-siswi mulai dari tingkat PAUD hingga SMK, termasuk Pondok Pesantren dan Posyandu di wilayah Kecamatan Alas. Beberapa sekolah dengan sasaran terbesar di antaranya adalah MTSN 3 Alas (759 paket) dan SMKN 1 Alas (832 paket).

“Hingga berakhirnya kegiatan pada siang hari, tim monitoring melaporkan bahwa seluruh rangkaian pendistribusian berjalan lancar. Berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah dan tenaga pendidik, tidak ditemukan keluhan mengenai rasa maupun kualitas makanan, serta tidak ditemukan adanya makanan yang basi.” tambah Kapolsek.

Baca Juga:  Diduga Balap Liar, Polsek Alas Bubarkan Blokir Jalan Yang Dilakukan Remaja di Desa Kalimango

Polres Sumbawa melalui Polsek jajaran berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait dan pihak sekolah guna mengevaluasi pelaksanaan program MBG secara berkelanjutan demi terwujudnya generasi emas Sumbawa yang sehat dan cerdas. (MA)