Mataram – Konflik antarwarga terjadi saat malam takbiran di Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, Jumat (20/3/2026) malam.
Perselisihan yang sempat memanas tersebut berhasil diselesaikan secara damai melalui mediasi yang dilakukan aparat kepolisian.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 Wita itu melibatkan dua warga berinisial Z (49) dan J (37). Perselisihan dipicu oleh suara pengeras gema takbiran di musala yang dianggap terlalu keras oleh salah satu pihak, karena terdapat anggota keluarga yang sedang sakit di rumah dekat lokasi.
Ketegangan tersebut sempat memicu adu mulut dan dugaan tindakan tidak menyenangkan. Namun, situasi berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi konflik fisik.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, membenarkan adanya upaya mediasi gegara suara takbiran tersebut. Ia mengapresiasi langkah cepat anggota di lapangan dalam meredam situasi.
“Benar, anggota kami di lapangan bersama Ketua RT 010 dan tokoh masyarakat setempat langsung turun tangan melakukan mediasi. Inti permasalahannya adalah kurangnya komunikasi terkait kebisingan suara takbir di saat ada warga yang sakit,” ujar AKP Mulyadi.
Proses mediasi berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 Wita dan menghasilkan kesepakatan damai yang dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.
Kedua belah pihak saling menyadari kesalahan, saling memaafkan, serta berkomitmen untuk menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik ke depannya.
“Syukur alhamdulillah, kedua belah pihak yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga ini sepakat berdamai,” ujar Mulyadi.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan momen idulfitri sebagai sarana mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar setiap persoalan dikomunikasikan dengan kepala dingin. Jangan mengedepankan emosi, apalagi di momen lebaran ini. Kedepankan rasa saling menghormati antar tetangga agar kondusifitas lingkungan tetap terjaga dan tidak perlu berurusan dengan hukum,” pungkasnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, situasi di Lingkungan Petemon kini kembali kondusif. Kedua warga pun telah kembali ke rumah masing-masing dalam suasana yang harmonis.)












