Viral Warga Menandu Jenazah Penamabang Emas di Lombok Tengah

Tangkapan layar warga menandu jenazah seorang pria menggunakan sarung saat proses evakuasi di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Kamis (18/3/2026). Korban diduga merupakan penambang emas ilegal yang meninggal dunia di lokasi.

Lombok Tengah – Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu jenazah seorang pria penambang emas menggunakan sarung di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial pada Kamis (18/3/2026).

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, tampak sejumlah warga bergotong royong mengangkat jenazah untuk dievakuasi dari lokasi kejadian. Suara warga terdengar menyebut korban diduga tengah melakukan aktivitas penambangan emas bersama beberapa orang lainnya.

Berdasarkan keterangan dalam unggahan yang beredar, peristiwa itu disebut terjadi di Dusun Areguling, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Unggahan tersebut juga menyampaikan duka cita sekaligus imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan aktivitas penambangan emas di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Pasca Kericuhan, Kodim 1606 Perketat Pengamanan di Tiga Wilayah

Menanggapi video viral itu, Kepala Desa Tumpak, Rosadi, membenarkan adanya peristiwa meninggalnya seorang penambang emas di wilayahnya.

Rosadi menyampaikan bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi dan pihaknya segera menindaklanjuti informasi yang diterima dari warga. Ia menjelaskan bahwa dirinya memperoleh laporan pada dini hari sekitar pukul 00.46 WITA, kemudian langsung meminta kepala dusun setempat untuk melakukan pengecekan di lokasi.

Namun demikian, Rosadi menegaskan bahwa korban bukan merupakan warga Desa Tumpak, sebagaimana yang disebutkan dalam narasi video yang beredar di media sosial.

“Alhamdulillah Warga kami tidak ada yang ikut Nambang , semua orang luar Desa Tumpak , cuma sampai sekarang saya tidak brani memastikan Korbannya dari mana,” kata Rosadi.

Baca Juga:  Dandim 1606/Mataram Melayat, Wujud Kepedulian Keluarga Besar Kodim

Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas penambangan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.