BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di NTB 23–25 Februari 2026, Warga Diminta Waspada

CUACA NTB - Ilustrasi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan NTB pada 23–25 Februari 2026.

Mataram – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan, mulai 23 hingga 25 Februari 2026, di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada 23 Februari 2026, potensi hujan sedang-lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Sumbawa.

Kemudian pada 24 Februari 2026, wilayah yang berpotensi terdampak meluas meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima.

Sementara pada 25 Februari 2026, potensi hujan masih terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

Baca Juga:  Ketua Muhajirin Legal Center Soroti Rekrutmen Direksi PT GNE, Nilai Minim Transparansi

Di Kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi NTB, hujan dengan intensitas tinggi terpantau mengguyur wilayah tersebut pada Senin (23/2/2026) sejak pagi hingga sore hari.

Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat atau petir, serta berkurangnya jarak pandang. Selain itu, potensi baliho roboh dan pohon tumbang juga perlu diantisipasi, terutama saat hujan disertai angin kencang.

Peringatan juga ditujukan kepada operator jasa transportasi laut, nelayan, pelaku wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. Gelombang laut diperkirakan dapat mencapai sekitar 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

Baca Juga:  Dandim Mataram Pastikan Keamanan Penutupan Fornas VIII NTB

Banjir Terjang Lombok Timur

Sebelumnya, banjir telah menerjang Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di tiga dusun, yakni Dusun Batu Empak, Dusun Kesambik, dan Dusun Medas. Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.

Luapan air dipicu oleh tingginya curah hujan yang diperparah dengan pendangkalan sungai akibat sedimentasi, sehingga aliran air tidak mampu tertampung dan meluber ke kawasan permukiman.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan lebih siaga serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah NTB.