LOMBOK TIMUR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sambelia pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA memicu banjir di Desa Obel-obel, Kabupaten Lombok Timur. Sungai yang meluap merendam permukiman warga di tiga dusun, yakni Dusun Batu Empak, Dusun Kesambik, dan Dusun Medas.
Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Luapan air terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang diperparah oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Kondisi itu membuat aliran air tidak mampu tertampung hingga akhirnya meluber ke kawasan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari lapangan.
“BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur dan stakeholder terkait,” ujar Sadimin dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Provinsi NTB segera disiagakan untuk mempersiapkan sumber daya menuju lokasi terdampak. Selain itu, proses pelaporan dan diseminasi informasi dilakukan guna memastikan respons penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TRC-PB BPBD Provinsi NTB, TNI/Polri, aparatur kecamatan dan desa, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi serta pembersihan sisa material banjir.
Saat ini, kondisi air dilaporkan telah surut. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Sadimin mengingatkan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat kini telah memasuki periode musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada puncaknya. Pada dasarian III Februari 2026 (21–28 Februari), peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm per dasarian mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen di hampir seluruh wilayah NTB.
“Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya,” ungkap Sadimin.
Ia juga menambahkan adanya potensi hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per dasarian dengan peluang 80 hingga lebih dari 90 persen di Kota Mataram, sebagian Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian kecil Sumbawa Barat dan Sumbawa.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat. (*)








