Bima – Banjir menerjang dua desa di wilayah Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 17.20 WITA.
Derasnya aliran air dari kawasan pegunungan menyebabkan drainase di Desa Kore dan Desa Sandue tidak mampu menahan debit air, sehingga meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi NTB, banjir menggenangi puluhan rumah serta merusak sejumlah infrastruktur.
Puluhan Rumah Tergenang, Infrastruktur Rusak
Di Desa Kore, sebanyak 25 kepala keluarga (81 jiwa) terdampak banjir. Sedikitnya 25 unit rumah warga tergenang air. Selain itu, tembok penahan air mengalami kerusakan dan aspal ruas jalan setempat dilaporkan rusak akibat terjangan air.
Sementara di Desa Sandue, tercatat 12 kepala keluarga (38 jiwa) terdampak dengan 12 unit rumah terendam banjir.
Hingga laporan ini disusun, kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan belum sepenuhnya surut.
Koordinasi dan Penanganan Darurat
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Tim BPBD Kabupaten Bima juga melakukan koordinasi dengan camat, kapolsek, koramil, serta pemerintah desa setempat untuk melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan bersama dinas terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk penanganan dampak sesuai kewenangan masing-masing.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lapangan, di antaranya personel BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, aparatur kecamatan dan desa, stakeholder terkait, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi dan pendataan.
Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Waspada
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, serta peralatan pendukung (logpal).
BPBD NTB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat ini wilayah NTB telah memasuki periode musim hujan dan sebagian daerah berada pada puncak intensitasnya.
Pada dasarian III Februari 2026 (21–28 Februari), terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm per dasarian sebesar 80 hingga lebih dari 90 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.
Bahkan, peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per dasarian dengan kisaran 80–90 persen diprakirakan terjadi di Kota Mataram, sebagian Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, dalam laporan resminyau mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir, serta segera melapor ke aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air.












