Berita  

Kapal Alami Gangguan Mesin, 5 Awak KM Nurazizah Berhasil Diselamatkan di Perairan Gili Trawangan

Lombok Utara – Lima awak Kapa KM Nurazizah yang mengalami kerusakan mesin di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, pada Sabtu (14/2/2026), berhasil dievakuasi oleh tim Kantor SAR Mataram. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di tengah laut.

Adapun identitas kelima awak kapal yang berhasil diselamatkan yakni Hendra (47) selaku kapten kapal, serta empat anak buah kapal (ABK): Alga (34), Sahril (30), Daus (32), dan Andi (26).

Laporan pertama kali diterima oleh Kantor SAR Mataram pada Sabtu pagi dari Bapak Hidayat selaku agen kapal. KM Nurazizah dilaporkan mengalami permasalahan mesin saat berlayar dari Sapeken menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Juga:  Kapolsek Lembar Ajak Warga Jaga Keamanan Selama Ramadhan

Merespons informasi tersebut, tim rescue segera diberangkatkan menggunakan Kapal Rescue Boat (RB) 220 Mataram. Upaya pencarian membuahkan hasil setelah posisi kapal berhasil ditemukan pada pukul 12.15 WITA bersama seluruh awaknya.

“Seluruh awak kapal berjumlah lima orang ditemukan dalam keadaan selamat. Tim segera melakukan evakuasi menuju Teluk Kodeq, Kabupaten Lombok Utara,” ungkap Bustanil, Kepala Seksi Operasi Siaga dan Operasi Kantor SAR Mataram, Minggu (15/2/3026).

Proses evakuasi berjalan lancar hingga para korban tiba dengan selamat di Teluk Kodeq pada pukul 14.40 WITA.

Operasi SAR Libatkan Sejumlah Unsur
Operasi penyelamatan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, antara lain kru RB 220 Mataram, tim rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, KUPP Pemenang Lombok Utara, Blue Marlin Dive, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi cepat tersebut menjadi kunci keberhasilan evakuasi dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polres Lobar Diganti

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum pelayaran, terutama saat melintasi jalur perairan yang cukup padat di kawasan wisata Gili Trawangan. Respons cepat tim SAR dinilai berhasil mencegah potensi risiko yang lebih besar di tengah kondisi laut terbuka.

Dengan selesainya proses evakuasi, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.