Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tiga hari ke depan, mulai 13 hingga 15 Februari 2026.
Wilayah yang diprakirakan terdampak hujan ringan hingga lebat meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di NTB.
Di Kota Mataram, hujan berpotensi terjadi di Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Sandubaya. Sementara di Kabupaten Lombok Barat meliputi Sekotong, Lembar, Kediri, Kuripan, dan Labuapi.
Untuk Kabupaten Lombok Tengah, wilayah terdampak antara lain Pujut, Praya Barat, Praya Timur, dan Praya Barat Daya. Di Kabupaten Lombok Timur, hujan diprakirakan mengguyur Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Pringgasela, Suralaga, Wanasaba, Sembalun, Suwela, Labuhan Haji, dan Jerowaru.
Selanjutnya di Kabupaten Lombok Utara meliputi Bayan, Tanjung, Gangga, dan Kayangan. Di Kabupaten Sumbawa mencakup Lunyuk, Sumbawa, Moyo Hilir, Lape, Plampang, Empang, Labuhan Badas, Labangka, Moyo Utara, Maronge, Tarano, dan Alas Barat.
Wilayah Kabupaten Sumbawa Barat yang berpotensi terdampak yakni Jereweh, Taliwang, Seteluk, Sekongkang, Poto Tano, Brang Ene, dan Maluk. Di Kabupaten Bima meliputi Tambora, Sanggar, Donggo, Soromandi, Madapangga, Ambalawi, Woha, Bolo, Belo, Wawo, Lambitu, Palibelo, Monta, Sape, Lambu, Parado, Langgudu, dan Wera.
Sedangkan di Kabupaten Dompu mencakup Pajo, Huu, Dompu, Manggalewa, Kempo, Woja, Pekat, dan Kilo. Untuk Kota Bima, hujan berpotensi terjadi di Raba, Asakota, Mpunda, Rasanae Timur, dan Rasanae Barat.
Meski demikian, pada Jumat (13/2/2026) pagi hingga siang hari, cuaca di Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, terpantau cerah.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi.
Selain itu, operator jasa transportasi laut, nelayan, pelaku wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.
BMKG mencatat tinggi gelombang di sejumlah perairan dapat mencapai sekitar dua meter, terutama di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan NTB.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perkembangan kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan.
(*)












