Lombok Barat, NTB – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Selasa siang hingga malam (13/1/2026), menyebabkan meluapnya air sungai dan laut di sejumlah dusun di Desa Buwun Mas dan Desa Persiapan Pengantap. Merespons kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Buwun Mas, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-06/Sekotong, Serka I Gusti Made Ariawan, turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring wilayah dan memastikan keselamatan warga.
Monitoring dilaksanakan di tengah kondisi malam yang gelap dan medan berlumpur akibat genangan air. Dengan mengenakan perlengkapan lapangan, Babinsa menyusuri permukiman warga di Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, serta titik-titik rawan banjir lainnya. Kehadiran Babinsa di lokasi menjadi bentuk nyata kepedulian TNI dalam memastikan kondisi masyarakat pasca bencana tetap aman dan terkendali.
Dalam laporannya, “data sementara, banjir berdampak pada ±565 Kepala Keluarga (KK), yang tersebar di Dusun Kebeng sebanyak 85 KK, Dusun Bengkang 230 KK, Dusun Sap Baru 150 KK, serta Dusun Pengantap 100 KK. Meski tidak terdapat korban jiwa, banjir menyebabkan sejumlah kerusakan material yang kini masih dalam proses pendataan lanjutan,” terang Serka I Gusti Made Ariawan, Babinsa Buwun Mas.
“Kerugian yang terdata antara lain robohnya tembok pagar depan SDN 3 Buwun Mas, tembok pagar Poskesdes yang ikut ambruk, serta lumbung padi panggung milik warga yang bergeser sekitar 25 meter terbawa arus banjir. Selain itu, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian tembok, yang saat ini masih dalam tahap pengecekan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Sekotong Andi Purnawan, S.Sos., Kepala Desa Buwun Mas Rochidi, S.IP., Kepala Desa Persiapan Pengantap Saidi, serta Tim Tagana Lombok Barat Muktaman. Sinergi lintas sektor ini memperkuat upaya penanganan awal sekaligus pemantauan lanjutan terhadap dampak banjir.
Andi Purnawan, S.Sos., Camat Sekotong menegaskan, “Pemerintah Kecamatan Sekotong bersama Babinsa akan terus berkoordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi serta membantu warga yang terdampak,” tegasnya.
Kegiatan monitoring berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan komitmen TNI AD dan kolaborasi forum komunikasi pimpinan kecamatan serta pemerintah desa untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat dan bencana alam.












