Berita  

Polisi Dampingi Warga Desa Bengkel Tanam Sayur di Rumah

Sinergi Polri dan Warga Bengkel Kelola Lahan Produktif

Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini menjadi fokus utama yang diupayakan hingga ke tingkat desa. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah, Personel Bhabinkamtibmas Desa Bengkel, Lombok Barat, melakukan langkah proaktif dengan terjun langsung ke tengah masyarakat. Pada Jumat (2/1), pihak kepolisian melaksanakan kunjungan kerja untuk memantau sekaligus mendampingi warga binaan yang telah berhasil menginisiasi pemanfaatan lahan pekarangan kosong menjadi area produktif.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang ada di lingkungan rumah warga tidak terbuang percuma. Melalui pendampingan yang intensif, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas ekonomi keluarga di tengah dinamika harga komoditas pangan yang fluktuatif.

Sinergi Kepolisian dan Masyarakat dalam Ketahanan Pangan

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bengkel ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan warga setempat. Pihak kepolisian memberikan apresiasi mendalam kepada masyarakat yang secara sukarela mengubah lahan tidak produktif di sekitar hunian mereka menjadi kebun pangan mandiri. Keberhasilan warga dalam mengelola lahan terbatas ini dinilai sebagai contoh konkret kemandirian ekonomi yang patut dicontoh oleh wilayah lainnya.

Kapolsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah dalam menciptakan stabilitas pangan mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif warga Desa Bengkel yang telah bergerak mandiri memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangan resminya.

Fokus pada Komoditas Bergizi dan Strategis

Dalam kunjungan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pemilihan komoditas tanam yang efektif. Warga didorong untuk menanam tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi sekaligus memiliki kebutuhan pasar yang stabil. Prioritas penanaman diarahkan pada jenis sayur-sayuran, cabai, dan tomat. Pilihan ini diambil karena komoditas tersebut seringkali mengalami lonjakan harga di pasaran, sehingga dengan menanam sendiri, warga dapat meminimalisir pengeluaran rumah tangga.

Selain memberikan motivasi, petugas di lapangan juga berdiskusi mengenai teknik penanaman yang lebih variatif agar hasil panen dapat maksimal meskipun di lahan yang terbatas. Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam merawat tanaman mereka.

“Kami terus memberikan dorongan serta motivasi agar warga tidak berhenti di sini saja. Kami mengarahkan agar penanaman dilakukan secara lebih variatif dan maksimal. Prioritasnya adalah komoditas seperti sayuran, cabai, dan tomat yang memang dibutuhkan sehari-hari dan memiliki nilai gizi tinggi,” jelasnya lebih lanjut.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Pangan Lokal

Pemanfaatan lahan pekarangan ini diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi stabilitas pangan di tingkat desa. Dengan tersedianya sumber pangan di halaman rumah, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pasar luar daerah dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini secara otomatis akan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat terhadap inflasi harga pangan.

Pihak kepolisian berharap melalui pendampingan edukatif ini, kesadaran masyarakat di wilayah hukum Polsek Labuapi akan semakin meningkat. Partisipasi aktif warga dalam menjaga ketersediaan pangan mandiri adalah kunci utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Langkah preventif dan edukatif ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas pangan lokal. Kami ingin memastikan bahwa program pemerintah ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Upaya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bengkel ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara bimbingan masyarakat dan kemauan warga dapat menciptakan solusi bagi tantangan pangan di masa depan. Melalui sinergi ini, Desa Bengkel diharapkan mampu menjadi role model bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat dalam mewujudkan kedaulatan pangan berbasis komunitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *