Momen Tahun Baru Islam, Suhaimi Ajak Masyarakat Perkuat Rasa Cinta Kebangsaan

Lombok Timur- Momentum tahun baru Islam 1444 Hijriah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Suhaimi Ismy melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Hizbul Wathan Nahdatul Wathan (NW) Desa Darmasari, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Sabtu (30/7/2022)

Dalam kunjungan tersebut ke pada warga mengungkapkan, momen tahun baru ini harus menjadi semangat mengawali hidup untuk satu tahun ke depannya.

“Momentum tahun baru Islam merupakan sebuah momentum Hijrah bagi kita semua, yaitu momentum evaluasi terhadap rasa cinta Kasih kita kepada Bangsa dan Negara Indonesia,” ungkap Suhaimi.

DPD dua periode mengajak warga kembali merenungi masing-masing diri atas apa yang telah dilakukan dalam satu tahun ke belakang untuk membangun persatuan bangsa.

“Kita perbaiki dan tingkatkan rasa saling menghormati sesama warga megara Indonesia, mari rajut kembali NKRI yang lebih harmonis supaya jangan sampai ada lagi terdengar kita lebih mementingkan kelompok dan golongan tertentu hanya untuk kepentingan pribadi atau sesaat,” kata Suhaimi.

Suhaimi mengajak warga agar dapat menyongsong masa depan berikutnya untuk mengamalkan empat pilar kebangsaan, meskipun secara tidak pernah mempelajari secara langsung.

“Walaupun kita tidak pernah mempelajari secara tekstual butir-butir pengamalan pancasila. Akan tetapi, InsyaAllah kita pasti dapat menghayati dan mengamalkan secara kontekstual dalam kehidupan,” kata Suhaimi.

Mantan Kakanwil Kemenag NTB itu mencontohkan, mengamalkan kecintaan ke pada bangsa ini sangat sederhana seperti rasa tenggang rasa terhadap sesama warga.

“Menjenguk sahabat yang sedang sakit, membantu tetangga yang kesusahan, bahkan menyingkirkan duri di Jalan merupakan bagaimana Pancasila diamalkan sebagai sebuah nilai dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suhaimi.

Disampaikan Suhaimi, bahwa semua warga negara mempunyai posisi kedudukan yang sama di mata hukum. Ia terus memberikan rasa optimis bahwa penegakan Hukum di NKRI dapat mewujudkan dari tujuan hukum itu sendiri yaitu Kepastian, keadilan, dan Kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Suhaimi menerangkan, prinsip Equality before the law atau persamaan kedudukan didepan hukum sudah jelas diatur dalam pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum, dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dengan tidak tanpa terkecuali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.