Metang Dase Wafatnya TGH Lalu Mahsun, Sosok Tawadhu Penuh Kesederhanaan

Lombok Barat – Acara metang dase atau 40 harian wafatnya kiyai sederhana asal lingkungan Pedaleman Kediri Desa Kediri Kecamatan Kediri Tuan Guru Haji Lalu Mahsun Abdul Hafidz berlangsung sederhana penuh haru, pada Minggu (17/7/2022) di kediamannya.

Para tamu undangan tampaknya bersila khusu’ mendoakan 40 hari setelah wafatnya sang Almaghfurlahu yang pergi meninggalkan keluarga pada, Sabtu 28 Mei 2022 lalu.

Menurut salah satu cucu TGH Lalu Mahsun yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren afiliasi dari Nahdlatul Wathan (NW), Dr. H L Pattimura Farhan mengatakan pihak keluarga begitu berat setalah kehilangan sosok kiyai yang penuh kesederhanaan itu.

“Kami sangat berat untuk ditinggalkan. Biasanya beliau yang mengurus semua santri baru dari tahun ke tahun sekarang yang menerima santri baru harus dialihkan ke kami para penerusnya,” kata Pattimura dalam sambutannya di hadapan para kiyai tersohor di Lombok Barat.

Kehilangan sosok Tuan Guru kata Pattimura adalah tugas berat yang harus dipikul oleh para generasi penerusnya di Ponpes Selaparang. Terlebih lagi pada tahun ajaran 2022 kali ini, Ponpes NW Selaparang telah menerima santri dan santriwati baru sekitar 315 orang.

“Pikul beban yang diamanahkan beliau itu bagi kami berat. Tapi melalui zikir bersama pada acara tahlilan 40 hari ini kami harap mendapatkan dukungan semua pihak untuk meneruskan perjalanan tuan guru dalam mendidik para santri,” ujarnya.

Semangat metang dase ini lanjut Pattimura bukanlah ajaran yang melenceng dari kebiasaan ummat islam melainkan untuk mendoakan sang tuan guru agar mampu memberikan energi baru semangat baru untuk keluarga dan sahabat-sahabatnya.

“Setalah 40 hari meninggalkan kami, saya kira almarhum masih butuh didoakan mintakan ampunan agar apa yang telah diajarkan menjadi berkah dan mendapatkan ampunan Allah SWT,” katanya.

Pattimura mengatakan khususnya di Ponpes NW Selaparang semangat almarhum diharapkan bisa diteruskan untuk generasi penerusnya.”Kami juga minta agar silaturahmi ini tidak boleh putus dengan para sahabat beliau,” katanya.

Baginya, sang tuan guru merupakan sosok yang sederhana penuh tawadhu dalam meneruskan sang guru yakni Tuan Guru Haji Abdul Hafidz Sulaiman yang merupakan ayah dari almarhum TGH Lalu Mahsun.

Dalam acara metang dase 40 hari meninggalnya sang guru dibacakan surah Al Fatihah oleh TGH Abdul Hapiz, Surah Al-Ikhlas oleh TGH Patompo Adnan, Zikurllah oleh TGH Ahmad Makki, Do’a pertama dibacakan TGH Muchlis Ibrahim dan doa kedua oleh TGH Abdullah Mustafa

Turut hadir dalam acara tersebut:

1. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri
2. Ketua MUI Lombok Barat
3. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ilmi Ranggagata
4. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mahmud
5. Pimpinan Pondok Pesantren Zainul Hafidzy At-Taufuqy
6. Pimpinan Pondok Pesantren Faidhul Hikam NW
7. Pimpinan Ponpes As-Saidiyah NWDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.